Hari Desa Nasional 2026, Mendes Yandri Tegaskan Desa Jadi Pilar Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi

0
33

Bhayangkara Utama
BOYOLALI — Peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026), menegaskan komitmen pemerintah menjadikan desa sebagai pilar utama pertumbuhan, pemerataan ekonomi, sekaligus stabilitas nasional.
Acara yang mengusung tema “Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia” tersebut dihadiri kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta perwakilan pemerintah desa dari seluruh Indonesia. Momentum ini dinilai strategis dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah.


Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan bahwa Hari Desa Nasional merupakan refleksi keseriusan negara dalam membangun Indonesia dari level paling dasar, yakni desa.
“Kehadiran berbagai pihak hari ini menunjukkan bahwa kolaborasi, kebersamaan, dan kekompakan adalah modal utama menjaga keberlanjutan pembangunan nasional,” kata Yandri.


Ia menekankan bahwa desa bukan hanya pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga fondasi ketahanan sosial, ketertiban masyarakat, dan stabilitas nasional. Oleh karena itu, pembangunan desa harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
“Selamat Hari Desa kepada seluruh warga desa, perangkat desa, BPD, mantan kepala desa, hingga ibu-ibu PKK dan posyandu. Desa adalah kekuatan bangsa,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Yandri mengajak seluruh perangkat desa untuk menyukseskan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah guna mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta penanggulangan kemiskinan.
Menurutnya, Presiden Prabowo menempatkan desa sebagai subjek utama pembangunan nasional, sehingga diperlukan kerja kolektif dan sinergi lintas sektor.
“Desa adalah pelaku utama pembangunan. Maka kita butuh super tim yang solid, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” tegas Yandri.


Ia juga mengajak seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mendukung program-program strategis berbasis desa, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes), Sekolah Rakyat, dan pengembangan desa tematik.
“Persatuan dan kekompakan harus kita suburkan. Dengan itu, desa akan menjadi kekuatan strategis bangsa,” pungkasnya.

(BU)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini