PAUD Melati Pampangan: Dari Ambang Tutup Hingga Jadi Kebanggaan Warga

0
98
Pampangan

Di sudut Kelurahan Pampangan, Kec. Lubuk Begalung, Kota Padang berdiri sebuah bangunan sederhana yang menyimpan kisah luar biasa. Namanya PAUD Melati Pampangan.

Kota Padang, Sumbar | Lembaga pendidikan anak usia dini di Keluarahan Pampangan ini lahir pada tahun 2010, berkat bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sejak awal, kehadirannya menjadi bukti kepedulian warga terhadap masa depan generasi kecil Pampangan.

Saat Gelap Itu Datang
Selama bertahun-tahun, PAUD Melati berjalan dengan cukup baik. Jumlah siswanya stabil, dan anak-anak datang setiap pagi dengan wajah penuh semangat. Namun, badai besar menghantam di tahun ajaran 2021–2022. Jumlah siswa merosot drastis—hanya 8 anak yang bertahan.

Bagi sebuah PAUD, angka itu seperti alarm bahaya: operasional terancam, masa depan suram. Kepala sekolah saat itu mengundurkan diri. Warga khawatir, PAUD Melati akan tinggal kenangan.

PampanganSosok Penyelamat
Di tengah keresahan itu, muncullah inisiatif dari Bu Yuslinda, Sekretaris PKK Kelurahan Pampangan. Ia mengajukan nama Ibu Eta Gifti Lora sebagai kepala sekolah baru.
Tugas yang diemban Ibu Eta tidak main-main, membangkitkan sekolah yang nyaris runtuh.

Dengan langkah kecil namun pasti, ia mendatangi warga, berbicara dari hati ke hati, meyakinkan orang tua bahwa pendidikan anak usia dini adalah investasi masa depan.
Hasilnya? Luar biasa. Tahun pertama kepemimpinan: 21 siswa, Tahun kedua: 52 siswa, Tahun ketiga: 60 siswa, Dari hanya 8 anak, PAUD Melati kini kembali ramai oleh tawa, nyanyian, dan keceriaan.

Dukungan yang Menguatkan
Kisah kebangkitan ini tak luput dari perhatian pihak luar. Tahun ini, Anggota DPRD Kota Padang, Ibu Devi Febrida, SE, memberikan bantuan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Bagi para guru, ini bukan sekadar bantuan, tetapi bukti bahwa perjuangan mereka dilihat dan diapresiasi.

Pencapaian yang Membanggakan
Kini, ijazah PAUD Melati Pampangan diakui secara resmi dan dapat digunakan langsung untuk mendaftar ke Sekolah Dasar (SD). Artinya, setiap lulusan memiliki jalan mulus melanjutkan pendidikan tanpa hambatan administrasi.

Lebih dari Sekadar Sekolah
PAUD Melati Pampangan bukan lagi sekadar tempat belajar. Ia adalah simbol kebangkitan, hasil kerja keras bersama antara warga, pemerintah, dan pemimpin pendidikan yang peduli.

Dari titik terendah hingga berdiri tegak kembali, kisah ini mengajarkan satu hal: ketika masyarakat bersatu, tak ada yang mustahil demi masa depan anak-anak. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini