JAKARTA, BHAYANGKARA UTAMA
Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah Payuang Panji Suku Koto Sedunia (DPW PPSKS) Jabodetabek yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026, konsolidasi dan penguatan kelembagaan menjadi perhatian menjelang penentuan arah organisasi untuk periode berikutnya.
Salah seorang keluarga besar pasukuan Koto, Mel Sofyan, menilai Muswil tidak semestinya hanya menjadi forum pergantian kepengurusan. Agenda tersebut harus menjadi momentum evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis agar PPSKS semakin solid, tertata dan mampu memberikan manfaat nyata kepada seluruh keluarga besar Suku Koto.
Mel Sofyan mengapresiasi kepengurusan DPW PPSKS Jabodetabek di bawah kepemimpinan Anton Wijaya Koto bersama jajaran pengurus periode berjalan. Menurut dia, salah satu capaian penting adalah terbangunnya konsolidasi yang mampu menghimpun niniak mamak, bundo kanduang serta anak kemenakan Suku Koto dalam satu wadah kekeluargaan.
“Fondasi yang sudah dibangun merupakan modal penting. Jika masih ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi untuk disempurnakan, bukan alasan untuk mengabaikan capaian yang sudah ada,” ujar Mel Sofyan.
Menurutnya, pengalaman dan capaian kepengurusan saat ini patut menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan arah kepengurusan berikutnya. Namun, seluruh keputusan mengenai kepemimpinan tetap harus menghormati mekanisme organisasi serta keputusan forum Muswil.
Ia menilai prinsip kesinambungan penting dijaga agar pergantian kepengurusan tidak membuat program organisasi kembali dimulai dari awal. Program yang telah memberikan manfaat perlu diteruskan dan diperkuat, sedangkan kekurangan yang ditemukan menjadi agenda pembenahan bersama.
Untuk periode mendatang, Mel Sofyan mendorong penguatan tata kelola dan administrasi organisasi, termasuk pembaruan database anggota serta perluasan konsolidasi keluarga besar Suku Koto yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
Menurut dia, pendataan anggota yang baik dapat menjadi dasar untuk memetakan potensi dan kebutuhan keluarga besar. Organisasi dapat mengetahui kondisi sosial anggota, potensi generasi muda, latar belakang profesi hingga jaringan pelaku usaha yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan bersama.
“Organisasi tidak cukup hanya menjadi tempat bersilaturahmi. Kehadirannya harus dirasakan anggota, baik ketika menghadapi persoalan sosial, membutuhkan perhatian pendidikan, maupun dalam membangun peluang ekonomi,” katanya.
Karena itu, Mel Sofyan mendorong kepengurusan mendatang menyusun program yang konkret dan terukur pada bidang sosial, pendidikan serta ekonomi. Jaringan keluarga besar Suku Koto di Jabodetabek dinilai memiliki potensi besar apabila dapat dikonsolidasikan melalui kerja sama antarpelaku UMKM, pengusaha maupun kalangan profesional.
Di bidang pendidikan, organisasi juga diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi pengembangan anak kemenakan, antara lain melalui informasi pendidikan, pengembangan kapasitas serta membangun jaringan yang dapat membuka kesempatan bagi generasi muda.
Mel Sofyan turut menekankan pentingnya tata kelola pendanaan yang sehat dan transparan. Menurut dia, keberlanjutan program organisasi membutuhkan dukungan keuangan yang dikelola secara tertib, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.
Pengelolaan organisasi yang transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Profesionalitas tata kelola, menurutnya, dapat berjalan berdampingan dengan prinsip kekeluargaan serta nilai-nilai adat yang menjadi landasan PPSKS.
Ia berharap Muswil DPW PPSKS Jabodetabek pada Desember 2026 dapat berlangsung dalam semangat musyawarah, mufakat dan kekeluargaan. Perbedaan pandangan maupun pilihan kepemimpinan harus menjadi bagian dari dinamika organisasi yang sehat tanpa mengganggu persatuan keluarga besar Suku Koto.
“Yang sudah baik kita lanjutkan, yang masih kurang kita perbaiki, dan yang belum terlaksana kita wujudkan. Muswil harus menjadi momentum untuk membawa DPW PPSKS Jabodetabek semakin solid, tertib, mandiri, dan bermanfaat bagi seluruh keluarga besar Suku Koto,” pungkas Mel Sofyan. (BU)













