Publik Soroti Peran Faisal Parta Kusuma, Dugaan Aliran Dana Proyek Jalan Diduga Mengarah ke Ria Norsan
BHAYANGKARA UTAMA .ID —Jakarta, 29 November 2025 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek peningkatan jalan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Fokus utama kini adalah alur perintah, penganggaran, hingga pelaksanaan proyek, termasuk peran saksi kunci dari pihak swasta yang diduga berpotensi terkait aliran dana.
Plt. Juru Bicara KPK menegaskan bahwa penyidik menelusuri secara rinci apakah terdapat instruksi atau persetujuan tertentu dari pejabat daerah, termasuk pada masa ketika Ria Norsan menjabat sebagai Bupati Mempawah. Penyelidikan ini diharapkan mampu mengungkap potensi penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan negara.
Fokus Penyidikan
KPK menekankan beberapa titik penting yang menjadi fokus penyidikan:
1. Mekanisme pengajuan dan persetujuan anggaran proyek: Dokumen usulan proyek dan persetujuan anggaran menjadi titik awal penelusuran.
2. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan desain teknis: Penyidik menelusuri kemungkinan adanya manipulasi biaya.
3. Alur pengambilan keputusan pejabat struktural: Untuk memastikan tidak ada instruksi yang menyalahi prosedur resmi
4. Dugaan aliran dana dan pemberian fee: Penyelidikan menyasar potensi aliran dana dari proyek, termasuk dugaan aliran yang dapat mengarah ke pejabat terkait.
Publik pertanyakan Peran Faisal Parta Kusuma
Salah satu saksi yang menjadi sorotan adalah Faisal Parta Kusuma, pihak swasta yang merupakan bagian keuangan CV Moza Planner, perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut. Dalam penyidikan, perannya menjadi penting karena mengelola administrasi dan arus keuangan perusahaan, sehingga menjadi salah satu titik untuk menelusuri kemungkinan aliran dana proyek.
Isu publik menyoroti dugaan kedekatan Faisal Parta Kusuma dengan mantan Bupati Mempawah, Ria Norsan, serta kemungkinan adanya aliran dana yang mengarah ke pejabat tersebut. Meskipun demikian, informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi, sehingga menjadi fokus pemeriksaan KPK agar fakta dapat terungkap secara objektif.
Pemeriksaan Sejumlah Saksi
Sejumlah saksi dari unsur legislatif, pejabat dinas, hingga pihak swasta telah dipanggil, termasuk:
Rahmad
Rajuini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah Tahun 2015
Indaryani
Lia Januar, Bagian Keuangan CV Moza Planner
Faisal Parta Kusuma, bagian keuangan CV Moza Planner
Keterangan dari saksi-saksi ini diharapkan dapat membantu mengungkap jalur pengambilan keputusan, administrasi proyek, hingga dugaan aliran dana.
Komitmen KPK
KPK menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penyidikan secara transparan, profesional, dan berlandaskan hukum. Semua pihak yang dipanggil diharapkan memberikan keterangan yang jujur demi penegakan hukum dan pencegahan praktik korupsi.
Plt. Juru Bicara KPK menambahkan bahwa proses penyidikan akan menelusuri semua aliran dana, termasuk potensi keterkaitan dengan pejabat terkait, tanpa pandang bulu dan berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tim : investigasi













