Pelayanan terhadap pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD, red) Kota Padang Panjang tiba-tiba tutup, seluruh poli dan apotek berhenti total, Jum’at (16/05/2023).
Padang Panjang, Sumbar | Pantauan Bhayangkara Utama di lapangan bahwa nyaris seluruh pegawai Negeri Sipil, staf, perawat, medis, administrasi, berkumpul didepan ruang pelayanan medical record Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padang Panjang.
Menurut perawat senior sebut saja bidan Mel, mereka menyampaikan aspirasi penolakan atas terbitnya surat pemberitahuan penghentian pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dengan nomor : 900.1/234/BPKD-PP/V/2025, yang ditandatangani Sekdako, Sonny Budaya Putra, AP, MSi.
Dalam surat tersebut ditujukan kepada dua instansi, dinas kesehatan dan dinas pendidikan. Bahwa terhitung bulan Mei 2025, dalam surat tersebut tertera bahwa ASN penerima tunjangan profesi guru PNSD dan ASN penerima jasa pelayanan pada RSUD, tidak diberikan lagi tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Salah seorang Staf yang ikut “bersuara” menjelaskan bahwa, “tiba-tiba diputuskan saja tidak menerima TPP, sedangkan uang Jasa Medis (JM) sudah lima bulan tidak diterima, padahal besaran TPP dari JM, sedangkan kami pegawai golongan tiga saja, menerima TPP sebesar 3juta 200ribu perbulan, sementara JM hanya 500ribu perbulan, maka kalau TPP dihentikan tentu kami mau mencari kemana lagi untuk menutupi kebutuhan hidup. Karena gaji pokok saja sudah tergadai SK ke Bank,” ungkapnya.
Tim Media Bhayangkara Utama coba lakukan konfirmasi kepada dr. Lismawati Rasyid, Direktur RSUD Kota Padang Panjang namun tidak berada diruangan, kemudian di hubungi via hp 08137822****, juga tidak aktif.
Demo pegawai RSUD yang dimulai sejak pukul 11.23 Wib, sampai berita ini tayang, semua aktifitas RSUD Lumpuh, bahkan dr. Hj. SY, salah satu Dokter Spesialis di RSUD tersebut yang merupakan kakak kandung Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis, terpaksa kabur menghindari amukan massa. (TI)














Mana ada RSUD lumpuh.kami memang menolak surat penghentian TPP, tetapi layanan tetap kami laksanakan.berita ini hiperbola.
Kasihan mereka semuanya. TPP untuk tambahan memenuhi kebutuhan hidup malah tiba-tiba di hentikan. wajar mereka unjuk rasa. karena jerih payah mereka tidak diperjuangkan.