BU / SURAKARTA — Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno hadir sebagai saksi dalam sidang Citizen Lawsuit (CLS) terkait ijazah mantan Presiden Joko Widodo di Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa (13/1/2026).
Dalam persidangan, Oegroseno menekankan adanya perbedaan signifikan antara pas foto dalam ijazah yang diunggah oleh Kader PSI Dian Sandi Utama dan sosok Jokowi yang ia kenal. Menurutnya, perbedaan terlihat pada telinga, mata, dan bentuk gigi.
“Beda jauh. Saya pernah berhadapan langsung dengan Pak Jokowi. Foto ini tidak mencerminkan sosok yang saya kenal sejak SD, SMP, hingga SMA,” ujar Oegroseno.
Ia menambahkan perbedaan tersebut juga muncul ketika Jokowi masih menjabat presiden pada Februari 2015, saat mereka bertemu langsung. Ia menyoroti penggunaan kacamata dalam foto ijazah, yang jarang digunakan Jokowi.
Selain itu, Oegroseno membandingkan penggunaan materai pada ijazah Jokowi dengan ijazah almarhum Bambang Rudy Harto, alumni Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985. Ijazah Jokowi menggunakan materai Rp100, sementara ijazah Bambang Rp500.
“Penyidik harus jeli karena ada perbedaan materai. Tahun 1985 ada materai 500 dan 100. Yang benar yang mana, itu harus ditelusuri,” ujar Oegroseno.
Terkait pernyataan Bareskrim Polri yang menyebut ijazah Jokowi identik dengan ijazah pembanding, Oegroseno menekankan istilah “identik” kurang tepat untuk dokumen administrasi. “Otentik itu sesuai aslinya, identik biasanya untuk tanda tangan,” jelasnya.
Sidang CLS ini masih berlangsung dan terus menghadirkan saksi-saksi dari berbagai pihak.
(BU)













