Pertanyakan Keberadaan Tarekat Al-Mu’min, Aliansi Umat Islam Bersatu Kalbar Sambangi Mapolda Kalbar

0
15
aliansi

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bersatu Kalimantan Barat (Kalbar) bersama gabungan sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalbar, Jumat (9/1/2026).

Pontianak, BhayangkaraUtama.id | Kedatangan massa Aliansi tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus tuntutan kepada aparat kepolisian terkait pembubaran Tarekat Al-Mu’min yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang mulai bergerak dari titik kumpul di Masjid Mujahidin Pontianak sekitar pukul 14.15 WIB. Dengan pengawalan aparat kepolisian, rombongan tiba di Mapolda Kalbar sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung menggelar aksi orasi.

Aksi yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Afriansyah tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Dalam orasinya, massa menyuarakan kekhawatiran serta penolakan terhadap keberadaan Tarekat Al-Mu’min yang dianggap menyimpang dan berpotensi menimbulkan konflik sosial serta keagamaan.

Usai menyampaikan orasi, pihak kepolisian menerima 15 orang perwakilan massa untuk melakukan audiensi di ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalbar.

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Reskrimum Polda Kalbar, AKBP Siswo Dwi Nugroho, S.H., S.I.K., didampingi Kasubdit 1 Dit Reskrimum Kompol Lely Suheri, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat utama Polda Kalbar lainnya.

AliansiDalam pertemuan tersebut, Aliansi Umat Islam Bersatu Kalbar yang didukung oleh LPM, SPM, IKBM, dan LKM menyampaikan dua tuntutan utama, yakni:

  1. Menuntut pembubaran Tarekat Al-Mu’min.

  2. Meminta aparat kepolisian memproses hukum dan mengadili pimpinan tarekat, Muhammad Efendi Sa’ad, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas sikap kooperatif massa selama aksi berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Aliansi Umat Islam Bersatu Kalbar yang telah menyampaikan aspirasinya secara tertib, damai, dan sesuai prosedur, sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polda Kalbar bersikap terbuka terhadap setiap laporan dan pengaduan masyarakat, termasuk terkait dugaan pelanggaran hukum oleh kelompok atau organisasi tertentu.

“Setiap laporan masyarakat akan kami terima dan kami proses sesuai dengan ketentuan hukum serta Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan perkara. Prosesnya akan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan,” tegasnya.

Kegiatan audiensi berakhir pada sore hari dalam situasi aman dan kondusif. Setelah mendapatkan penjelasan resmi dari pihak kepolisian, massa membubarkan diri secara tertib dan teratur. (***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini