Mel Sofyan: Saatnya IKM Menjadi Penggerak Ekonomi Perantau Minangkabau

0
97
Mel Sofyan

JAKARTA – Memperingati hari jadi ke-10 Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM), Wakil Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKM, Mel Sofyan, mengajak seluruh jajaran pengurus menjadikan momentum tersebut sebagai awal memperkuat peran organisasi dalam membangun kekuatan ekonomi perantau Minangkabau di mana pun berada.

Menurut Mel Sofyan, selama sepuluh tahun IKM telah berkembang menjadi salah satu organisasi perantau Minangkabau terbesar dengan jaringan kepengurusan yang tersebar dari tingkat pusat hingga berbagai negara. Jaringan tersebut merupakan modal sosial yang harus dioptimalkan untuk membuka peluang usaha, memperluas jejaring, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Minangkabau.

“Keberhasilan IKM tidak lagi hanya diukur dari luasnya jaringan kepengurusan, tetapi dari sejauh mana organisasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pengurus, anggota, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, perubahan teknologi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara masyarakat bekerja, berusaha, dan membangun hubungan bisnis. Karena itu, IKM harus mampu beradaptasi dan menjadi ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya peluang-peluang baru.

Menurut Mel Sofyan, memasuki dekade kedua, fokus IKM harus diarahkan pada penguatan ekonomi pengurus, anggota, dan seluruh perantau Minangkabau. Organisasi harus mampu menghubungkan potensi yang selama ini tersebar menjadi kekuatan bersama.

“IKM harus menjadi rumah besar yang menghubungkan potensi, membuka peluang, dan melahirkan lebih banyak pengusaha, profesional, akademisi, pelaku UMKM, serta generasi muda Minangkabau yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengusaha dapat menjadi mentor bagi pelaku UMKM, profesional membuka akses pekerjaan dan jejaring usaha, akademisi berbagi ilmu dan inovasi, sedangkan perantau di berbagai negara menjadi jembatan perdagangan, investasi, promosi, serta perluasan pasar bagi produk dan jasa masyarakat Minangkabau.

“Jika seluruh potensi itu saling terhubung, kita tidak hanya membangun kesejahteraan bersama, tetapi juga melahirkan perantau Minangkabau yang lebih tangguh, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Mel Sofyan menegaskan bahwa keberhasilan perantau tidak boleh berhenti pada pencapaian pribadi. Semakin kuat ekonomi, semakin luas jejaring, dan semakin tinggi daya saing yang dimiliki, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan bagi masyarakat dan kampung halaman.

Menurutnya, kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui investasi, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, hingga berbagai kegiatan sosial yang mendorong kemajuan Sumatera Barat.

Ia juga mengajak seluruh pengurus memperkuat komunikasi, menjaga persaudaraan, dan membangun budaya kolaborasi sebagai kekuatan utama organisasi.

“Perbedaan adalah hal yang wajar dalam organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyatukan visi, saling mendukung, dan bersama-sama mencari solusi demi kemajuan IKM,” katanya.

Mel Sofyan menambahkan, falsafah Minangkabau “barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang” harus menjadi semangat dalam membangun kebersamaan, sedangkan falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi pedoman setiap perantau untuk menjaga nama baik Minangkabau sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat di mana pun berada.

Pada kesempatan tersebut, Mel Sofyan juga menyampaikan apresiasi kepada para pendiri, sesepuh, seluruh Ketua Umum, jajaran pengurus, dan anggota IKM yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, serta waktunya hingga organisasi terus berkembang selama sepuluh tahun.

“Atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat hari jadi ke-10 IKM. Terima kasih kepada para pendiri, sesepuh, seluruh Ketua Umum, jajaran pengurus, dan seluruh anggota IKM di Indonesia maupun di berbagai negara. Fondasi yang telah dibangun selama ini adalah amanah yang harus kita jaga, kita rawat, dan kita kembangkan bersama,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Mel Sofyan mengajak seluruh keluarga besar IKM menjadikan dekade kedua sebagai era penguatan ekonomi perantau Minangkabau.

“Mari kita satukan potensi, saling membuka peluang, saling menguatkan, dan membangun jejaring yang lebih luas. Ketika ekonomi perantau Minangkabau semakin kuat, mereka akan semakin mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, memiliki peran penting di mana pun berada, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan kampung halaman. Itulah cita-cita besar yang harus kita perjuangkan bersama,” tutup Mel Sofyan. (Ossie Gumanti)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini